Rajut Cerita Bareng Food Blogger Indonesia: Jelajah Alam Curug Cibadak & Nikmati Rasa di Lenirra
Saat tubuh dan pikiran lagi overload banget sama rutinitas kota dan tumpukan kerjaan, rasanya tuh butuh yang namanya “tombol refresh“. Dan tombol yang aku butuhin biasanya 2, ketemu pemandangan alam dan makan enak!
Kalau makan enak di tengah kota sih kayaknya udah biasa ya. Tapi gimana rasanya kalau makan enaknya disuguhi pemandangan sawah tapi santapan itu baru boleh disantap setelah berjalan menyusuri hutan pinus, melewati jembatan gantung, dan main air di curug? Jujur, nikmatnya jadi naik 10 kali lipat loh! Rasa capek langsung terbayar lunas, dan pikiran pun kembali segar.
Sabtu 10 Oktober lalu, aku bareng teman-teman dari Komunitas Food Blogger Indonesia (FBI) baru aja selesai bikin kegiatan yang seru banget! By the way, ini kali ketiga aku join fun trekking bareng Komunitas Food Blogger Indonesia.
Yang kali ini dalam rangka menyambut ulang tahun FBI yang ke-4 (yang jatuh pada tanggal 27 Oktober 2026 nanti), mereka mengadakan fun trekking seru bareng Lenirra Villa & Resto. Lokasinya ada di Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Dan aku pastinya nggak mau ketinggalan!
Sesuai taglinenya: “Jelajah Alam, Nikmati Rasa, Rajut Cerita”, seharian itu kita memang bener-bener diajak refreshing menyatu dengan alam, jalan santai menyusuri hutan pinus sampai curug, dan ditutup dengan pesta makan siang Sunda yang nikmat banget dengan pemandangan hamparan sawah!
Buat kalian yang penasaran gimana keseruannya dan mau ikutan trekking ke sini juga, mendingan simak cerita lengkap aku yuk!
Menembus Hutan Pinus Suaka Elang: Perjalanan Menuju Kesegaran Curug Cibadak
Total ada 11 blogger member FBI yang ikut di keseruan kali ini, yaitu aku, Mbak Rien, Kak Yesi, Mbak Bayu, Mbak Isti, Bowo, Mbak Lala, Mbak Rahma, Mas Fajar, Mbak Mei, dan Mbak Temmy.
Kalau aku berangkat dari Stasiun Cawang dan janjian bareng Mbak Isti, Mas Fajar, Mbak Rahma dan Mbak Mei di Stasiun Depok baru. Dari Stasiun Depok kita diangkut langsung gasss ngeng naik mobil Mbak Isti langsung menuju Lenirra Villa and Resto.
Aku sebetulnya merekomendasikan kalian yang mau ke Lenirra Villa & Resto buat pakai kendaraan pribadi sih, karena angkutan umum agak sulit. Dari Stasiun Bogor saja jaraknya 20 km dan dari Stasiun Depok Baru jaraknya 45 km. Palingan pakai ojol mobil atau motor seperti Mbak Lala yang naik Gojek motor langsung dari Botani Bogor ke Lenirra Villa & Resto.
Setelah sampai di Lenirra Villa & Resto kami disambut hangatnya matahari pagi, pemandangan sawah dan pegunungan. Baru sampai aja vibe-nya udah healing banget nih. Nggak sabar mau langsung trekking tapi kita nunggu rombongan lengkap dulu.




Setelah rombongan lengkap, kita berangkat ke titik start trekking yang berada di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor yaitu sekitar 2,6 km dengan estimasi waktu sekitar 11 menitan. Kita naik mobil operasional yang sudah disediakan Lenirra Villa & Resto.
Nah rombongan trekking kita makin ramai jadi 13 orang, karena Pak Arief (suami Mbak Rien) juga ikutan bergabung, plus kita didampingi sama Mas Kidal, guide lokal profesional yang di-provide sama Lenirra. Jadi aman, jalurnya terarah dan pastinya nggak perlu takut nyasar. Oiya rencana awal kita disediakan 2 guide sama Lenirra, tapi ternyata 1 guide tersebut nggak bisa hadir dan nggak ada pengganti. Jadi kita ditemani sama Mas Kidal aja.


Oke oke nggak usah kelamaan lagi, nih aku spill ya rute yang kita lewatin!
08:44 ~ Start Trekking dari Meeting Point
Setelah stretching singkat dipandu Bowo dan briefing bareng guide Mas Kidal, kita mulai jalan santai menyusuri rute awal. Semangatnya masih 100%, obrolan bareng teman-teman FBI juga masih heboh banget!


08:52 ~ Jembatan 1 Pos Suaka
Gak butuh waktu lama dari garis start, kita sampai di Jembatan warna-warni yaitu Jembatan 1. Di sini pemandangannya serba hijau dengan aliran air sungai di bawah jembatan yang bergemericik.


09:11 ~ Jembatan Gantung Suaka Elang
Setelah ketemu jembatan warna-warni, kita ketemu jembatan lagi. Tapi kali ini adalah Jembatan Gantung yang berlatar pepohonan rimbun. Estetik banget buat foto-foto dan video. Walaupun agak deg-degan juga ya tiap liat ke bawah. Haha. Pengunjung yang naik di jembatan ini juga dibatasi maksimal 5 orang. Harus tetap hati-hati dan waspada juga ya.


09:44 ~ Hutan Pinus Suaka Elang
Setelah berjalan lagi, akhirnya kita sampai di destinasi utama yaitu Suaka Elang Loji (sekarang sudah ganti nama jadi Suaka Elang Jawa). Suaka Elang Jawa ini merupakan pusat rehabilitasi, penangkaran, dan konservasi burung pemangsa (terutama Elang Jawa / Nisaetus bartelsi) yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kawasan ini memang masuk dalam wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak.


Tapi untuk explore lebih lanjut ke area rehabilitasi, penangkaran, dan konservasi elangnya memang harus mengurus izin dulu. Tapi kalau manteman berniat wisata edukasi kesini dan nggak mau ribet dengan proses perizinan, aku saranin ikutan Walking Tour deh kayak yang pernah diikutin Mbak Lala. Informasi lengkap bisa dibaca di blognya Mbak Lala ya.
Tempat ini juga menyediakan area berkemah dan sudah sudah dilengkapi berbagai fasilitas umum dan cukup memadai, mulai dari toilet, mushola, dan kantin. Di sekeliling Bumi Perkemahan Suaka Elang Jawa ada hutan pinus yang masih asri dan rindang. Pepohonan pinus yang menjulang tinggi bikin suasana terasa sejuk dan segar.
Tapi karena agenda kita kali ini bukan berkemah maka setelah puas foto-foto dan ambil video di hutan pinus ini, perjalanan pun berlanjut lagi menuju Curug Cibadak.


10:30 ~ Pos 1 (Tempat Istirahat Sejenak) Setengah perjalanan berlalu, kita rehat sejenak di Pos 1 buat minum, ngemil, catch our breath, dan siap-siap melintasi rute menuju tujuan utama.

10:38 ~ 100 Meter Menuju Curug Cibadak
Makin mendekati lokasi curug, suara gemuruh air terjun makin nyaring terdengar. Dan ada semacam jembatan besi yang akan kita lewati. Treknya mulai agak sedikit ekstrem dibanding sebelumnya, jadi makin memicu adrenalin! Wah pantas saja tadi kita sempat ketemu beberapa orang yang sudah menuju arah balik dan mereka menyapa kita sambil mengingatkan untuk lebih berhati-hati karena ada jalur yang agak longsor di atas. Dan untuk menuju curug kita harus menuruni bebatuan yang agak licin karena lumut.



10:50 ~ Arrive at Curug Cibadak
Akhirnya sampai juga! Rasa capek jalan langsung terbayar lunas begitu lihat Curug Cibadak. Dan happy banget pas lihat kalau airnya nggak kering! Hahaha. Kita disuguhi tebing batu tinggi dengan air terjun yang meluncur deras. Percikan airnya dingin dan seger banget di kulit pas banget buat cuci muka, main air di bebatuan, dan pastinya foto sepuasnya bareng semua rombongan! Dan pastinya sih aku langsung nyebur dong!



12:37 ~ Trekking Balik ke Lenirra
Puas nikmatin kesegaran Curug Cibadak dan foto-foto, kita mulai perjalanan kembali ke area resto Lenirra. Jalur pulang terasa lebih cepat karena rasa lapar udah membayangkan masakan Sunda yang nunggu di bawah! Perut aku juga makin nyaring berbunyi karena lapar. Yok semangat yok!
13:00 ~ Arrive at Lenirra Resto & Lunch Time
Sampai kembali di Lenirra tepat saat jam makan siang! Waktunya isi energi lagi.

Pesta Makan Siang di Lenirra Resto: Masakan Sunda Paling Nikmat!
Selesai jalan kurang lebih 2–3 jam, perut jelas udah keroncongan banget. Pas sampai di Lenirra Resto bawah, kita ganti baju dan bersih-bersih dulu sambil menunggu hidangan disiapkan. Tapi karena toilet juga masih antre jadinya aku menunggu sambil main air lagi di kolam renang. Yup, benar! Di Lenirra Resto ada kolam renang khusus pengunjung resto yang ada di dekat area makan, jadi kalian yang cuma datang buat makan siang tetap bisa menikmati swimming pool dengan view pegunungan indah.


Setelah semua selesai berganti baju, kita berkumpul di meja kayu area luar resto berlatar belakang pemandangan sawah untuk makan bersama. Menu yang disajikan ada nasi liwet, karedok, tahu dan tempe goreng, gurame goreng, ayam bakar, sambal merah, sambal hijau, lalapan, es kelapa, es teh manis.

Jujur, santapan Sunda di sini benar-benar tipe comfort food yang makin nikmat dipadu sama suasana sawah dan pemandangan pengunungan. Nasi liwetnya disajikan hangat di boboko kayu bertabur bawang goreng wangi dan ikan teri. Rempahnya berasa pas banget, pulen, gurih santan dan aroma daun jeruknya kerasa. Beneran enak banget, dan aku sampai nambah.
Ayam bakarnya punya bumbu meresap sampai ke serat daging dalam, juicy, manis gurihnya pas dan ada aroma bakaran khas. Aku juga sampai nambah ayam. Hehe. Beneran deh porsi makanku ini sebetulnya besar. Nah, kalau gurame gorengnya aku nggak cicip karena memang aku kurang doyan ikan. Tapi kalau aku lihat sih bagian luarnya garing dan menurut teman-teman FBI lain yang cobain daging dalamnya tuh tetap lembut. No gagal-gagal club lah pokoknya! Buat tahu dan tempe gorengannya pun nggak gagal. Bumbunya meresap dan gurih. Disajiin pakai taburan kremesan juga.


Karedoknya juara nih! Sayurannya serba segar dan renyah disiram bumbu kacang gurih manis dan aroma karedoknya juga khas. Cocok di lidah aku. Plus, pilihan lalapannya juga melimpah banget buat nemenin lauk, ada petenya juga.
Buat pecinta pedas, sambalnya wajib dicoba dua-duanya nih! Ada sambal merah dan hijau. Tapi berhubung aku ini bukan pecinta pedas dan memang nggak bisa makan pedas jadi aku cuma cobain dikit sambal hijaunya. Segar pas banget dicolek bareng tahu-tempe goreng hangat.


Penutupnya makin mantap sama es teh manis dan es kelapa muda asli yang manisnya alami dan segar banget diteguk pas tenggorokan lagi haus-hausnya habis trekking! Oiya aku notis banget batok kelapanya estetik banget deh dan ada logo restonya.

Dan karena aku belum ngopi seharian, sebelum pulang aku sempat pesan es kopi gula aren juga di resto biar melek pas perjalanan pulang walau ujung-ujungnya aku merem juga di mobil Mbak Isti disaat yang lain ngobrol ngalur ngidul. Ya emang dasarnya ngantukan aja sih. Hahaha.
Fasilitas di restonya juga cukup lengkap dan family-friendly, ada playground dengan kids activity seperti rock painting art, area panahan, rumah pohon, ada mushola, toilet dan ruang ganti yang bersih, tempat duduknya juga banyak ada area indoor dan outdoor jadi kalau mau makan disini bebas pilih mau dimana.




Oiya, saran aku buat manteman yang mau kesini kalian bisa up-size porsi makannya. Kalau kalian ke sini rombongan (misal ber-6), aku saranin ambil paket makan buat 8 orang. Serius deh, habis trekking bakar kalori itu nafsu makan pasti naik 2x lipat.
Manteman juga bisa koordinasikan waktu penyajian makanannya sama tim resto. Karena selesai trekking kadang jamnya suka meleset tipis-tipis, belum lagi mandi dan ganti baju dulu kan setelah trekking, nah pastiin kalian koordinasi soal estimasi jam tiba. Biar pas kalian duduk, nasi liwet dan lauknya masih hangat, plus lalapannya masih segar.
Paket Aktivitas & Fasilitas di Lenirra Villa & Resto
Buat yang mau trekking kayak kita, harganya menurutku terjangkau banget loh yaitu Rp 150.000 / pax. Minimal peserta 6 orang (maksimal bebas, ajak se-RT atau se-Kabupaten juga bisa! Ehehehe. Oiya, biaya ini khusus untuk aktivitas trekking dan guide ya, belum termasuk makan di restonya.
Selain trekking, Lenirra punya banyak banget pilihan aktivitas outdoor seru lainnya kayak Rafting di Sungai Cisadane, Paintball, Offroad naik jeep, dan lain-lain. Kayaknya kapan-kapan harus cobain aktivitas lainnya deh aku.

Kalau seharian dirasa kurang, kalian juga bisa menginap di sini! Ada area glamping berbentuk dome futuristik di tepi sawah, dan ada pilihan Villa modern juga. Untuk kolam renangnya juga pasti ada dong. Beda ya dengan kolam renang yang di area resto. Huaaaaa kayaknya aku harus balik lagi kesini deh kapan-kapan buat menginap.

Sekali lagi, Happy 4th Anniversary untuk Komunitas Food Blogger Indonesia (FBI)! Semoga makin solid, makin sukses, dan makin sering bikin acara jalan-jalan kuliner seru kayak gini!


Ada yang tertarik buat trekking santai sambil makan nasi liwet di Lenirra Villa & Resto juga? Atau malah tertarik buat menginap? Drop komentar kalian di bawah ya!
